Arema FC berjaya sebagai juara Piala Presiden 2017. Mereka berhasil menang telak atas Pusamania Borneo FC (PBFC)
II, skor 5-1, pada final di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten
Bogor, Minggu (12/3) malam.
Hal ini menjadi gelar kedua bagi Arema dalam turnamen pramusim yang
mereka ikuti pada awal tahun ini. Sebelumnya, skuad asuhan Aji Santoso
itu menjuarai Trofeo Bhayangkara 2017, 29 Januari lalu.
Babak pertama
Arema langsung tampil menekan sejak menit awal pertandingan. PBFC II
juga tak mau kalah. Bahkan, PBFC II mendapatkan peluang emas pertama di
laga ini.
Tendangan Rival Lastori berhasil ditepis Kurnia Meiga, bola muntah yang disambar Reinaldo juga berhasil ditangkap Meiga.
Arema juga memberikan ancaman. Cristian Gonzales melepaskan tembakan
dari luar kotak penalti, namun bola masih melambung di atas gawang.
Begitu juga umpan silang Felipe Bertoldo yang disambar Gonzales, juga
masih belum tepat sasaran. Tendangan Nasir pun masih bisa diblok dengan
kaki oleh kiper PBFC II Wawan Hendrawan.
Serangan demi serangan terus dilakukan skuat Singo Edan. PBFC II pun dipaksa untuk hanya mengandalkan serangan balik.
Gol yang ditunggu akhirnya tercipta pada menit ke-30'. Itu setelah,
Hanif Sjahbandi berhasil membobol gawang PBFC II lewat sepakannya yang
memanfaatkan bola liar hasil sapuan pemain PBFC II di dalam kotak
penalti. Skor pun berubah 1-0, untuk keunggulan Arema.
Unggul satu gol, membuat para pemain Arema kian bersemangat. Bahkan,
mereka berhasil memperbesar keunggulan pada menit ke-38', setelah
Michael Yansen Orah melakukan blunder. Orah yang melakukan umpan ke
belakang, salah diantisipasi oleh Wawan yang membuat bola justru masuk
ke gawang sendiri. Skor pun berubah 2-0.
Tertinggal dua gol, lini pertahanan PBFC II semakin terlihat panik.
Apalagi, setelah Kunihiro Yamashita harus digantikan oleh Firly
Apriansyah lantaran terkena cedera. Beberapa kali lini belakang Pesut Etam
membuat blunder. Hingga akhirnya, Gonzales menorehkan namanya di papan
skor pada menit ke-42', dengan memanfaatkan kesalahan tekel dari Dirkir
Kohn Glay dan bola yang disepak keras olehnya berhasil membobol gawang
PBFC II. Skor 3-0, untuk Arema.
Di sisa waktu yang ada, PBFC II mencoba bangkit. Tapi upaya mereka
gagal berbuah gol. Babak pertama pun berakhir dengan skor 3-0 untuk
Arema.
Babak kedua
Memasuki babak kedua, PBFC II menampilkan permainan lebih menyerang.
Tapi serangan yang dilakukan masih mampu diredam para penggawa Arema.
Arema pun tak mengendurkan serangan mereka. Bahkan, Gonzales berhasil
kembali menjebol gawang PBFC II pada menit ke-53'. Pemain yang
dijuluki El Loco itu mampu memanfaatkan umpan terobosan di
dalam kotak penalti, yang langsung diteruskan dengan sepakan
mendatarnya. Skor 4-0, untuk Arema.
Tertinggal empat gol, PBFC II mencoba bangkit. Sundulan Patrich
Wanggai hanya membentur mistar gawang. Begitu juga tendangan kaki kiri
Fandy Achmad masih bisa ditepis Meiga.
Sundulan Reinaldo juga membentur mistar, bola liar yang juga disambar pemain PBFC II hanya melenceng dari gawang.
Justru Arema yang kembai berhasil menambah perbendaharaan gol mereka
pada menit ke-64'. Lagi, Gonzales yang berhasil mengoyak gawang PBFC Ii,
sekaligus mencatatkan hat-trick di laga ini.
PBFC II tetap memberikan perlawanan. Tendangan bebas Reinaldo berhasil ditepis Meiga.
Hingga akhirnya, Firly berhasil membobol gawang Arema lewat sundulannya pada menit ke-69'. Skor pun berubah 5-1.
Peluang emas kembali didapatkan PBFC II. Tapi kali ini tendangan balik badan Patrich masih bisa dihalau bek Arema.
Pertandingan pun semakin berjalan menarik. Arema kembali memberikan
ancaman, lewat sepakan Dedik Setiawan. Namun kali ini bola mampu ditepis
Wawan.
PBFC Ii membalas melalui tendangan Dirkir yang menyambut umpan sepak
pojok. Sayang, bola hanya melenceng di sisi kanan gawang Arema.
Sundulan Esteban Vizcarra yang menyambut tendangan penjuru juga masih
melenceng tipis dari gawang PBFC II. Pun demikian bola sundulan Dedik
masih bisa ditangkap Wawan.
Hingga laga berakhir, skor tetap 5-1 untuk keunggulan Arema.
